PEMALANG – Pemandangan berbeda terlihat di Markas Komando (Mako) Team Brazbrez yang berlokasi di kawasan Rumah Susun (Rusun) Pemalang, Minggu (8/3/2026). Ratusan anak yatim-piatu berkumpul dalam suasana penuh khidmat untuk menerima santunan dalam sebuah agenda sosial yang diinisiasi oleh keluarga besar Team Brazbrez di bawah naungan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Pemalang.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan manifestasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Kehadiran tokoh agama Kyai Tarmusi, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus memberikan warna spiritual yang kental dalam acara tersebut.
Hal yang paling menarik dari aksi sosial ini adalah sumber pendanaannya. Di tengah tren pengajuan proposal ke berbagai pihak, Team Brazbrez memilih jalan mandiri. Ketua Team Brazbrez, Wisnu, menegaskan bahwa seluruh santunan berasal dari kantong pribadi para anggota.
”Kegiatan ini murni bersumber dari iuran mandiri seluruh anggota kami. Ini adalah bentuk gotong royong dan kepedulian nyata kawan-kawan terhadap anak-anak yatim di lingkungan terdekat,” ujar Wisnu dengan tegas.
Senada dengan Wisnu, Ketua Panitia, Fariz, menyebutkan bahwa berbagi merupakan tanggung jawab moral bagi setiap kader, terutama di momen-momen penuh berkah. Semangat kolektif inilah yang berhasil mengumpulkan dukungan untuk menyantuni sekitar 250 anak yatim-piatu.
Agar tetap tertib, penyerahan santunan dilakukan secara simbolis kepada 50 anak di lokasi Mako. Sisanya, Team Brazbrez memiliki metode unik yang disebut “Santunan Mobile”. Program ini dilakukan secara bertahap dengan mendatangi rumah-rumah warga dari RT ke RT.
Wisnu menjelaskan bahwa Team Brazbrez konsisten menjalankan rutinitas yang menyeimbangkan aspek sosial dan spiritual, di antaranya: Kliwonan: Pengajian rutin setiap malam Kliwon, Yasinan: Wadah mempererat spiritualitas dan solidaritas antaranggota, Santunan Mobile: Sarana silaturahmi langsung dengan masyarakat akar rumput.
Melalui tausiyahnya, Kyai Tarmusi mengingatkan pentingnya memuliakan anak yatim sebagai jalan pembuka keberkahan. Doa bersama pun dipanjatkan untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga Pemalang.
Aksi ini sekaligus menjadi pembuktian bagi Team Brazbrez untuk mengikis stigma negatif yang sering melekat pada organisasi kepemudaan. Mereka ingin dikenal bukan karena kekuatan fisik atau pengaruhnya, melainkan karena kepekaan sosial dan kontribusi konkretnya di tengah masyarakat.
”Harapan kami ke depan, Team Brazbrez semakin solid dan konsisten hadir melalui kerja-kerja kemanusiaan. Semoga ini menjadi pemicu bagi pihak lain untuk saling berbagi,” pungkas Wisnu menutup pembicaraan.















