BATANG – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah X, Rizal Bawazier, menegaskan bahwa kebijakan pengalihan kendaraan angkutan barang bersumbu tiga atau lebih dari jalur arteri Pantura ke jalan tol adalah harga mati. Menurutnya, langkah ini tidak bisa ditawar lagi demi melindungi nyawa dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di sepanjang jalur Pemalang, Pekalongan, hingga Batang.
Pernyataan keras tersebut menyusul langkah taktis Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batang yang mulai memperketat imbauan dan penyaringan kendaraan berat di lapangan. Truk-truk raksasa kini diarahkan secara masif untuk masuk melalui Gerbang Tol (GT) Kandeman dan baru diperbolehkan keluar di wilayah Pemalang.
Rizal menyebut, dominasi kendaraan berat di jalur nasional selama ini menjadi momok menakutkan yang terus memicu tingginya angka kecelakaan fatal.
“Aturan truk sumbu tiga atau lebih masuk Tol Pemalang-Kandeman Batang harus tetap dijalankan. Sudah ada aturannya dan rambu-rambunya juga jelas,” ujar Rizal Bawazier dengan nada tegas, Senin (18/5/2026).
Menurut politisi senayan ini, perjuangan membatasi ruang gerak truk besar di jalur arteri bawah merupakan murni aspirasi masyarakat yang sudah bertahun-tahun mengeluhkan kondisi jalan yang rawan dan padat.
“Ini kita perjuangkan sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat di sepanjang Pantura Pemalang sampai Kandeman Batang,” imbuhnya.
Tak Ada Alasan Menolak, Diskon Tol Sudah 20 Persen
Menjawab keluhan klasik dari para pengusaha logistik terkait pembengkakan biaya operasional akibat tarif tol, Rizal mengingatkan bahwa pemerintah telah memberikan jalan keluar yang sangat meringankan. Saat ini, telah diberlakukan insentif berupa potongan tarif hingga seperlima dari harga normal khusus untuk kendaraan angkutan barang di ruas tersebut.
“Tidak ada di jalan tol di Indonesia yang memberikan diskon hingga 20 persen selain Tol Pemalang-Kandeman Batang,” ungkap Rizal. Dengan adanya stimulus ini, ia menilai tidak ada lagi alasan bagi para sopir maupun pengusaha ekspedisi untuk kucing-kucingan menghindari jalan tol pada jam-jam terlarang.
Didukung Hasil Evaluasi Korlantas Polri
Sikap tegas Rizal Bawazier ini sejalan dengan hasil Analisis dan Evaluasi (Anev) yang dirilis oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Kasatlantas Polres Batang, AKP Eka Hendra Ardiansyah, membenarkan bahwa tingkat fatalitas kecelakaan akibat truk sumbu tiga di wilayah hukum Pekalongan dan sekitarnya tergolong sangat tinggi.
Bercampurnya kendaraan logistik antarpulau dengan tingginya volume kendaraan lokal di kawasan perkotaan Pantura dinilai menjadi kombinasi yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, pengalihan ke jalur bebas hambatan menjadi solusi paling rasional saat ini.
Untuk mengawal kebijakan ini, Satlantas Polres Batang bersama instansi terkait terus mengintensifkan sosialisasi persuasif sekaligus menempatkan personel di titik-titik strategis.
Langkah sterilisasi jalur arteri ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi jalan Pantura sebagai jalur yang aman, nyaman, dan minim risiko kecelakaan bagi masyarakat luas.

















