PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) mengambil langkah taktis untuk membenahi infrastruktur di wilayah pesisir. Guna mengatasi dua masalah klasik yang kerap dikeluhkan warga—yakni banjir rob dan pendangkalan jalur kapal—Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Pemalang menggenjot empat proyek pengairan strategis sekaligus.
Langkah ini menyasar sejumlah titik krusial di wilayah Kecamatan Ulujami dan Taman, yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian nelayan dan petani setempat.
Normalisasi Muara Asemdoyong: Solusi Tersumbatnya Ekonomi Nelayan
Salah satu titik yang menjadi prioritas utama adalah muara Sungai Waluh di Desa Asemdoyong. Selama ini, tingginya sedimentasi di kawasan tersebut memicu pendangkalan parah. Akibatnya, lalu lintas perahu nelayan kerap lumpuh, terutama saat air laut sedang surut.
Menanggapi keluhan tersebut, DPUPR Pemalang menerjunkan alat berat untuk melakukan pengerukan lumpur secara intensif.
“Pengerukan muara ini sangat mendesak karena lokasi tersebut merupakan jalur utama lalu lintas nelayan. Dengan dinormalisasinya muara, kita berharap aktivitas ekonomi warga desa nelayan Asemdoyong kembali lancar tanpa takut perahu kandas,” tulis takarir resmi DPUPR Pemalang.
Selain fokus pada pemulihan jalur nelayan, DPUPR Pemalang juga memasang “benteng” pelindung untuk mengatasi banjir rob (pasang air laut) yang kerap merendam pemukiman warga di Kecamatan Ulujami.
Penanganan rob ini dibagi ke dalam dua proyek infrastruktur di dua desa berbeda:
Pembangunan Perkuatan Tebing: Berlokasi di Sungai Sicumplung, Desa Kertosari. Struktur ini dirancang untuk menahan abrasi sekaligus memutus limpasan air laut agar tidak meluap ke daratan.
Pemasangan Pintu Air Pengendali: Berlokasi di Sungai Sembilangan Barat, Desa Kaliprau. Pintu air ini akan berfungsi secara mekanis; menutup saat air laut pasang untuk menghalau rob masuk ke hulu sungai, dan membuka saat air surut guna membuang genangan dari darat.
Revitalisasi Embung Danayasa demi Ketahanan Pangan
Tidak hanya fokus pada kawasan pantai, pembenahan juga menyentuh sektor pertanian di pedesaan melalui pengerukan Embung Danayasa.
Seiring berjalannya waktu, embung ini mengalami penurunan fungsi akibat penumpukan lumpur. Lewat pengerukan ini, kapasitas tampung air hujan di Embung Danayasa akan dikembalikan ke volume optimal. Revitalisasi ini menjadi angin segar bagi para petani, sebab air cadangan dari embung tersebut sangat diandalkan untuk memasok jaringan irigasi sawah di sekitarnya, terutama saat menghadapi musim kemarau.
Melalui integrasi proyek penanganan rob, normalisasi muara, dan revitalisasi embung ini, Pemkab Pemalang di bawah semangat #sigapmembangunpemalang berharap dapat memberikan dampak instan bagi peningkatan produktivitas serta rasa aman masyarakat pesisir. (Red)

















