BATANG – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier, mendesak pihak kepolisian untuk melakukan investigasi menyeluruh atas insiden tragis yang menimpa seorang Asisten Rumah Tangga (ART) asal Kabupaten Batang di Jakarta. Rizal menegaskan penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Kasus ini menimpa Diva Maelisa (15), warga Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Korban dilaporkan tewas setelah melompat dari lantai empat sebuah rumah kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Rizal Bawazier menekankan bahwa Polda Metro Jaya harus bertindak transparan dalam mengungkap motif di balik kejadian tersebut. Menurutnya, keputusan seseorang untuk mengakhiri hidup dengan cara ekstrem menunjukkan adanya tekanan psikologis yang sangat berat atau situasi kerja yang tidak manusiawi.
“Logikanya, jika seseorang sampai memilih melompat dengan mengetahui risikonya, berarti ada tekanan yang luar biasa. Saya minta aparat tidak berhenti pada kesimpulan bunuh diri saja, tapi selidiki apa pemicunya,” tegas Rizal, Sabtu (25/4/2026).
Legislator dari Dapil Jateng X ini juga menyoroti informasi mengenai keberadaan ART lain di lokasi yang sama dalam kondisi serupa. Hal ini memperkuat kecurigaan adanya praktik pelanggaran hukum di lingkungan kerja tersebut. Ia mengingatkan bahwa siapapun tokoh yang terlibat, proses hukum harus tetap adil.
Selain aspek hukum, Rizal menaruh perhatian pada masalah struktural di Kabupaten Batang. Ia prihatin keterbatasan lapangan kerja memaksa anak di bawah umur seperti Diva harus merantau dalam kondisi minim perlindungan. Ia pun mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Batang untuk lebih proaktif dalam pengawasan tenaga kerja di bawah umur dan penyediaan solusi ekonomi di tingkat desa.
Kepala Desa Ngroto, Siam Susanto, mengonfirmasi bahwa korban berasal dari keluarga prasejahtera. Diva, yang seharusnya masih menempuh pendidikan SMA, memilih bekerja ke Jakarta setelah Lebaran untuk membantu orang tuanya yang bekerja serabutan.
“Diva anak yang rajin. Namun karena ekonomi, dia berangkat ke Jakarta. Kami sangat berduka atas kejadian ini,” tutur Siam.
Saat ini jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halaman. Sementara itu, proses penyelidikan di Jakarta terus berjalan dengan pengawalan ketat, termasuk dorongan dari parlemen Senayan untuk memastikan keadilan bagi korban.

















