banner
banner

Peringatan! 500 Guru Honorer Pemalang Siap “Kepung” Pendopo Kabupaten Tuntut SK Dinas dan Penataan Dapodik

  • Bagikan

PEMALANG – Suhu politik dan birokrasi di Pemalang dipastikan memanas menyambut akhir bulan November. Ratusan tenaga pendidik yang tergabung dalam Forum Guru Honorer Pemalang (FGH Pml) telah melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada aparat keamanan mengenai rencana aksi demonstrasi besar-besaran. Diperkirakan 500 guru honorer Pemalang siap “mengepung” Pendopo Kabupaten untuk menuntut SK Dinas dan penataan data pokok pendidikan (Dapodik).

Aksi ini merupakan puncak dari kegelisahan panjang para guru honorer yang merasa nasib dan status kepegawaian mereka terkatung-katung tanpa kejelasan serta perlindungan kerja yang memadai.

 

Example 300x600

Berdasarkan surat resmi bernomor 005-AGHP-DAPODIK/XI/2025 yang diterbitkan di Pemalang pada 20 November 2025, FGH Pemalang telah memberikan notifikasi kepada Kapolres Pemalang terkait pelaksanaan aksi ini.

Aksi yang mengusung tema “SK Dinas dan Kesetaraan Hak Bersama” ini dijadwalkan dilaksanakan pada:

  • Hari/Tanggal: Selasa, 25 November 2025
  • Waktu: Dimulai Pukul 06.30 WIB
  • Titik Kumpul Awal: Lapangan Madukoharjo
  • Titik Tujuan: Pendopo Kabupaten Pemalang
  • Jumlah Peserta: \pm 500 Orang

Aksi massa ini didukung oleh sejumlah elemen organisasi, termasuk PMII dan AKSI, yang siap bersolidaritas bersama para pahlawan tanpa tanda jasa.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi menjelaskan bahwa alasan utama dilakukannya aksi ini adalah belum adanya kejelasan terkait penerbitan SK Dinas bagi Guru Honorer. SK Dinas merupakan dokumen legalitas krusial yang diharapkan dapat menjamin kepastian status dan memberikan dasar untuk mendapatkan hak-hak normatif.

Selain itu, masalah Penataan Dapodik menjadi sorotan tajam. Banyak guru honorer yang merasa data pengabdian mereka di Dapodik tidak akurat, tidak terkelola dengan baik, atau bahkan terlewat, sehingga menghambat mereka untuk berpartisipasi dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan mendapatkan akses terhadap program kesejahteraan pemerintah.

“Aksi demonstrasi ini adalah bentuk aspirasi dan harapan kami untuk mendapatkan kejelasan status serta perlindungan kerja,” demikian bunyi pernyataan yang tertera pada poster aksi, menggarisbawahi urgensi tuntutan mereka.

Para Koordinator Aksi, yang di antaranya ditandatangani oleh Catur, Bayu, Irfant, Soleh, Adam, dan Hamu Fauzi, mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban selama aksi berlangsung, namun tetap menyuarakan tuntutan dengan lantang dan tegas.

Aparat keamanan kini dihadapkan pada tugas berat untuk mengamankan jalannya demonstrasi di pusat pemerintahan Pemalang pada hari Selasa mendatang.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *