PEMALANG – Sektor maritim Kabupaten Pemalang memasuki babak baru dalam penguatan hak-hak pekerja laut. Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun (LPS) secara resmi mengukuhkan jajaran kepengurusan baru periode 2026-2029 di Balai Rakyat Gedung DPRD Kabupaten Pemalang, Sabtu (7/3/2026).
Momentum pelantikan ini tidak sekadar menjadi seremonial organisasi, tetapi juga menjadi pemantik diskusi publik berskala nasional yang menyoroti perlindungan hukum bagi pelaut migran asal Pemalang di kancah internasional.
Acara yang mengusung tema “Solidaritas Pelaut Migran Pemalang, Perlindungan & Urgensi Penegakan Hukum Internasional” ini menghadirkan tokoh-tokoh penting di bidang hukum. Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), hadir sebagai keynote speaker untuk memberikan pandangan strategis mengenai posisi tawar pelaut Indonesia di mata hukum global.
Ketua LPS Pemalang, Ronggo Warsito, dalam pidatonya menegaskan bahwa LPS lahir sebagai bentuk perlawanan nyata terhadap ketidakadilan yang kerap menimpa pelaut.
“Kehadiran serikat ini adalah manifestasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang membayangi pekerja laut kita. Kami hadir untuk memastikan tidak ada lagi pelaut yang berjalan sendirian saat menghadapi masalah,” tegas Ronggo.
Ia juga memperkenalkan “Salam Samudera Perlawanan” sebagai simbol semangat juang para anggota LPS dalam menuntut hak-hak mereka.
Senada dengan Ketua LPS, Sekretaris LPS Hamu Fauzi mengungkapkan bahwa organisasi ini berakar dari pengalaman pahit dan keresahan para pelaut di tengah samudera. Ia menekankan bahwa LPS harus menjadi wadah yang humanis.
“LPS hadir sebagai rumah bagi para pelaut migran. Sebuah wadah untuk saling memanusiakan, saling membangkitkan, dan bersama-sama memperjuangkan martabat pekerja laut,” ujar Hamu yang kemudian memimpin pekikan “Lawan, Lawan, Lawan!” yang disambut gemuruh oleh ratusan peserta.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, H. Aris Ismail, S.A.P., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, diskusi publik ini merupakan ruang krusial untuk sinkronisasi antara praktisi di lapangan dan pembuat kebijakan.
“Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi gagasan yang sangat baik. Kami berharap LPS dapat menjadi garda terdepan dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan pelaut migran, khususnya warga Pemalang,” tutur Aris Ismail yang juga menjabat Ketua MPC Pemuda Pancasila Pemalang.
Diskusi ini juga diperkuat oleh kehadiran panelis kompeten, antara lain: Brigjen Pol. Nur Romdhoni, S.I.K., M.H. (BP2MI), AKBP Rendy Setia Permana, S.I.K., S.H., M.M. (Kapolres Pemalang), Umroni, S.H., M.H. (Disnaker Pemalang), dan Dr. Muhtar Sa’id, S.H., M.H. (LBH DPP Konfederasi Sarbumusi)
Sebagai penutup rangkaian acara yang khidmat, LPS menunjukkan kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada anak yatim dan donasi bagi korban bencana alam. Agenda kemudian diakhiri dengan buka puasa bersama, memperkuat tali silaturahmi di tengah semangat perjuangan yang baru dikukuhkan.
Dengan kepengurusan baru ini, Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun diharapkan mampu menjadi mercusuar harapan bagi ribuan pelaut asal Pemalang yang sedang bertaruh nasib di perairan internasional.









