banner
banner

Simak! Ini Skema Baru Perbaikan Jalan Belik–Watukumpul yang Sedang Dikebut

  • Bagikan
Simak! Ini Skema Baru Perbaikan Jalan Belik–Watukumpul yang Sedang Dikebut PEMALANG – Kabar gembira bagi warga di wilayah selatan Pemalang. Proyek rekonstruksi jalan yang menghubungkan Belik–Watukumpul serta Gejos–Tlagasana kini tengah memasuki fase pengerjaan intensif. Menariknya, pemerintah tidak hanya sekadar menambal jalan, melainkan menerapkan skema konstruksi khusus untuk memastikan jalan lebih awet dan tahan lama. Proyek yang dikenal dengan "Rekonstruksi Ruas Jalan Paket 7" ini dikerjakan oleh CV. Rekan Rukun Berkarya dengan nilai kontrak mencapai Rp 3,9 Miliar. Dana yang bersumber dari APBD 2026 ini dialokasikan penuh untuk membuka sumbatan mobilitas di wilayah yang selama ini dikeluhkan warga karena kerusakan infrastruktur. Dua Skema Berbeda: Kenapa Tidak Disamakan? Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang menjelaskan bahwa terdapat perbedaan perlakuan teknis antara dua jalur tersebut. Hal ini disesuaikan dengan beban kendaraan dan struktur tanah di lapangan: Skema Aspal Dua Lapis (Hotmix): Diterapkan pada ruas Belik–Watukumpul. Penggunaan dua lapis aspal ini bertujuan memberikan kekenyalan dan kehalusan maksimal bagi kendaraan, mengingat volume lalu lintas di jalur ini cukup tinggi sebagai urat nadi distribusi. Skema Beton Semen (Rigid Pavement): Diterapkan pada ruas Gejos–Tlagasana. Mengingat karakteristik tanah di lokasi tersebut yang cenderung labil, penggunaan beton dianggap sebagai solusi paling cerdas agar jalan tidak mudah bergelombang meski dihantam cuaca ekstrem. Lembur Siang Malam Demi Target 120 Hari Ada pemandangan berbeda di lokasi proyek dalam beberapa hari terakhir. Suara alat berat seperti asphalt finisher dan deru mesin truk pengangkut material tidak hanya terdengar di pagi hari, tapi juga hingga larut malam. Skema "kejar tayang" atau lembur ini sengaja diambil untuk memastikan target 120 hari kerja dapat tercapai tepat waktu. Percepatan ini juga dimaksudkan agar gangguan lalu lintas akibat pengerjaan proyek tidak berlangsung terlalu lama, sehingga masyarakat bisa segera menikmati jalan mulus sebelum memasuki penghujung tahun. Pengawasan Ketat Konsultan Meski pengerjaan dikebut dengan ritme cepat, kualitas tetap menjadi harga mati. CV. Global Disain selaku konsultan pengawas bersiaga di lokasi untuk memastikan setiap tahapan, mulai dari pemadatan lahan hingga suhu aspal yang digelar, memenuhi standar operasional prosedur (SOP). "Kami ingin memastikan uang rakyat sebesar Rp 3,9 miliar ini benar-benar mewujud menjadi infrastruktur berkualitas. Tidak boleh ada pengurangan spesifikasi meski kerja dilakukan dalam waktu cepat," tegas pihak pengawas di lapangan. Harapan Baru Ekonomi Watukumpul Perbaikan jalan ini bukan sekadar urusan aspal dan semen. Bagi warga Watukumpul, akses yang mantap berarti biaya logistik yang lebih murah, waktu tempuh ke sekolah yang lebih singkat, dan akses ke puskesmas yang lebih cepat. Pemerintah menghimbau agar selama proses pengerjaan ini, masyarakat tetap bersabar dan tertib mengikuti arahan petugas di area proyek guna menghindari kecelakaan kerja.
Simak! Ini Skema Baru Perbaikan Jalan Belik–Watukumpul yang Sedang Dikebut PEMALANG – Kabar gembira bagi warga di wilayah selatan Pemalang. Proyek rekonstruksi jalan yang menghubungkan Belik–Watukumpul serta Gejos–Tlagasana kini tengah memasuki fase pengerjaan intensif. Menariknya, pemerintah tidak hanya sekadar menambal jalan, melainkan menerapkan skema konstruksi khusus untuk memastikan jalan lebih awet dan tahan lama. Proyek yang dikenal dengan "Rekonstruksi Ruas Jalan Paket 7" ini dikerjakan oleh CV. Rekan Rukun Berkarya dengan nilai kontrak mencapai Rp 3,9 Miliar. Dana yang bersumber dari APBD 2026 ini dialokasikan penuh untuk membuka sumbatan mobilitas di wilayah yang selama ini dikeluhkan warga karena kerusakan infrastruktur. Dua Skema Berbeda: Kenapa Tidak Disamakan? Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang menjelaskan bahwa terdapat perbedaan perlakuan teknis antara dua jalur tersebut. Hal ini disesuaikan dengan beban kendaraan dan struktur tanah di lapangan: Skema Aspal Dua Lapis (Hotmix): Diterapkan pada ruas Belik–Watukumpul. Penggunaan dua lapis aspal ini bertujuan memberikan kekenyalan dan kehalusan maksimal bagi kendaraan, mengingat volume lalu lintas di jalur ini cukup tinggi sebagai urat nadi distribusi. Skema Beton Semen (Rigid Pavement): Diterapkan pada ruas Gejos–Tlagasana. Mengingat karakteristik tanah di lokasi tersebut yang cenderung labil, penggunaan beton dianggap sebagai solusi paling cerdas agar jalan tidak mudah bergelombang meski dihantam cuaca ekstrem. Lembur Siang Malam Demi Target 120 Hari Ada pemandangan berbeda di lokasi proyek dalam beberapa hari terakhir. Suara alat berat seperti asphalt finisher dan deru mesin truk pengangkut material tidak hanya terdengar di pagi hari, tapi juga hingga larut malam. Skema "kejar tayang" atau lembur ini sengaja diambil untuk memastikan target 120 hari kerja dapat tercapai tepat waktu. Percepatan ini juga dimaksudkan agar gangguan lalu lintas akibat pengerjaan proyek tidak berlangsung terlalu lama, sehingga masyarakat bisa segera menikmati jalan mulus sebelum memasuki penghujung tahun. Pengawasan Ketat Konsultan Meski pengerjaan dikebut dengan ritme cepat, kualitas tetap menjadi harga mati. CV. Global Disain selaku konsultan pengawas bersiaga di lokasi untuk memastikan setiap tahapan, mulai dari pemadatan lahan hingga suhu aspal yang digelar, memenuhi standar operasional prosedur (SOP). "Kami ingin memastikan uang rakyat sebesar Rp 3,9 miliar ini benar-benar mewujud menjadi infrastruktur berkualitas. Tidak boleh ada pengurangan spesifikasi meski kerja dilakukan dalam waktu cepat," tegas pihak pengawas di lapangan. Harapan Baru Ekonomi Watukumpul Perbaikan jalan ini bukan sekadar urusan aspal dan semen. Bagi warga Watukumpul, akses yang mantap berarti biaya logistik yang lebih murah, waktu tempuh ke sekolah yang lebih singkat, dan akses ke puskesmas yang lebih cepat. Pemerintah menghimbau agar selama proses pengerjaan ini, masyarakat tetap bersabar dan tertib mengikuti arahan petugas di area proyek guna menghindari kecelakaan kerja.

PEMALANG – Kabar gembira bagi warga di wilayah selatan Pemalang. Proyek rekonstruksi jalan yang menghubungkan Belik–Watukumpul serta Gejos–Tlagasana kini tengah memasuki fase pengerjaan intensif. Menariknya, pemerintah tidak hanya sekadar menambal jalan, melainkan menerapkan skema konstruksi khusus untuk memastikan jalan lebih awet dan tahan lama.

Proyek yang dikenal dengan “Rekonstruksi Ruas Jalan Paket 7” ini dikerjakan oleh CV. Rekan Rukun Berkarya dengan nilai kontrak mencapai Rp 3,9 Miliar. Dana yang bersumber dari APBD 2026 ini dialokasikan penuh untuk membuka sumbatan mobilitas di wilayah yang selama ini dikeluhkan warga karena kerusakan infrastruktur.

BACA JUGA: Dukung Program ‘Pemalang Resik’, DPUPR Terjunkan Tim Korve di Stadion Jatidiri

Example 300x600

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang menjelaskan bahwa terdapat perbedaan perlakuan teknis antara dua jalur tersebut. Hal ini disesuaikan dengan beban kendaraan dan struktur tanah di lapangan:

  1. Skema Aspal Dua Lapis (Hotmix): Diterapkan pada ruas Belik–Watukumpul. Penggunaan dua lapis aspal ini bertujuan memberikan kekenyalan dan kehalusan maksimal bagi kendaraan, mengingat volume lalu lintas di jalur ini cukup tinggi sebagai urat nadi distribusi.

  2. Skema Beton Semen (Rigid Pavement): Diterapkan pada ruas Gejos–Tlagasana. Mengingat karakteristik tanah di lokasi tersebut yang cenderung labil, penggunaan beton dianggap sebagai solusi paling cerdas agar jalan tidak mudah bergelombang meski dihantam cuaca ekstrem.

Ada pemandangan berbeda di lokasi proyek dalam beberapa hari terakhir. Suara alat berat seperti asphalt finisher dan deru mesin truk pengangkut material tidak hanya terdengar di pagi hari, tapi juga hingga larut malam.

Skema “kejar tayang” atau lembur ini sengaja diambil untuk memastikan target 120 hari kerja dapat tercapai tepat waktu. Percepatan ini juga dimaksudkan agar gangguan lalu lintas akibat pengerjaan proyek tidak berlangsung terlalu lama, sehingga masyarakat bisa segera menikmati jalan mulus sebelum memasuki penghujung tahun.

BACA JUGA: Upaya DPUPR Pemalang dalam Menjaga Kualitas Jalan di Ruas Lingkar Kota Comal

Meski pengerjaan dikebut dengan ritme cepat, kualitas tetap menjadi harga mati. CV. Global Disain selaku konsultan pengawas bersiaga di lokasi untuk memastikan setiap tahapan, mulai dari pemadatan lahan hingga suhu aspal yang digelar, memenuhi standar operasional prosedur (SOP).

“Kami ingin memastikan uang rakyat sebesar Rp 3,9 miliar ini benar-benar mewujud menjadi infrastruktur berkualitas. Tidak boleh ada pengurangan spesifikasi meski kerja dilakukan dalam waktu cepat,” tegas pihak pengawas di lapangan.

Perbaikan jalan ini bukan sekadar urusan aspal dan semen. Bagi warga Watukumpul, akses yang mantap berarti biaya logistik yang lebih murah, waktu tempuh ke sekolah yang lebih singkat, dan akses ke puskesmas yang lebih cepat.

Pemerintah menghimbau agar selama proses pengerjaan ini, masyarakat tetap bersabar dan tertib mengikuti arahan petugas di area proyek guna menghindari kecelakaan kerja.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *