banner
banner

Bantu Korban Banjir Sumatera, Cipayung+ Pemalang Sumbang Belasan Juta Sekaligus Tuntut Ketegasan Penindak Pembalak Hutan

  • Bagikan

Pemalang – Gabungan organisasi mahasiswa dan komunitas di Kabupaten Pemalang, yang berhimpun dalam Cipayung+ Pemalang, menunjukkan aksi solidaritas tinggi untuk korban bencana alam di Sumatera.

Dalam aksi yang digelar pada Minggu, 7 Desember 2025, mereka berhasil mengumpulkan donasi materiil yang signifikan, sembari menyuarakan tuntutan keras agar negara bertindak tegas terhadap perusak lingkungan.

Aksi ini bertujuan membantu masyarakat yang terdampak parah akibat bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Example 300x600

Aksi kemanusiaan ini berhasil menyatukan berbagai elemen kepemudaan dan komunitas di Pemalang, termasuk PMII, GMNI, HMI, Comal Unity, Pasar Gratis Pemalang, SAPMA, BEM ITB Adias, DEMA Insip, hingga Paguyuban CFD Pemalang.

Mereka menyebar di lima titik keramaian untuk menggalang dana, yaitu CFD Pemalang, CFD Comal, Lampu Merah Beji, Lampu Merah Banjar Dawa, dan Lampu Merah Sirandu. Berkat antusiasme masyarakat, donasi yang terkumpul berhasil mencapai angka yang memuaskan:

  • Uang Tunai: Rp 12.885.600
  • Bantuan Barang: 17 karung pakaian layak pakai

Hasil donasi ini kemudian diserahkan secara resmi kepada Polres Pemalang untuk dikoordinasikan penyalurannya kepada para korban di tiga wilayah terdampak.

Koordinator lapangan, Muzaki Ali, menyatakan bahwa aksi ini adalah bukti persatuan yang melampaui perbedaan organisasi.

“Hari ini kita membuktikan bahwa kemanusiaan mampu menyatukan kita di luar perbedaan organisasi. Ini juga bentuk sinergitas kita dengan Polres Pemalang dalam membantu saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” ujar Muzaki.

Tuntutan Tegas Terhadap Kerusakan Hutan

Selain aspek kemanusiaan, Cipayung+ Pemalang juga menyoroti akar permasalahan dari bencana yang terjadi. Mereka dengan tegas menghubungkan bencana banjir dengan kerusakan lingkungan, khususnya akibat aktivitas pembalakan liar.

Muzaki Ali mendesak agar suara pemuda Pemalang diteruskan hingga tingkat nasional. “Kami mendesak Kapolres Pemalang untuk menyampaikan suara kami kepada Kapolri. Negara harus tegas terhadap pembalak liar yang merusak hutan dan menjadi penyebab utama terjadinya bencana ini. Jangan biarkan masyarakat terus menjadi korban akibat kerakusan segelintir orang,” tegasnya.

Yasir Sulthoni, dari Cipayung+ Pemalang, menambahkan bahwa partisipasi pemuda tidak hanya berhenti pada donasi, tetapi juga pada pengawalan isu lingkungan.

“Aksi ini bukan hanya tentang donasi. Ini adalah bentuk partisipasi pemuda untuk mengawal negara dalam menjaga lingkungan dan melindungi rakyatnya,” jelas Yasir.

Ia menekankan pentingnya tindakan nyata dan penegakan hukum yang serius untuk memutus siklus bencana. “Kami meminta agar penegakan hukum terhadap pembalak liar dilakukan secara nyata, bukan sekadar wacana. Tanpa keseriusan itu, kita hanya mengulang lingkaran bencana tiap tahun,” pungkasnya.

Penghargaan dan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh warga Pemalang yang telah berkontribusi, menunjukkan bahwa kebaikan kecil dari Pemalang adalah harapan besar bagi saudara-saudara yang sedang bangkit dari musibah.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *