PEMALANG – Penataan ruang yang presisi dan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi menjadi fondasi krusial dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Pemerintah Kabupaten Pemalang, melalui sinergi lintas sektor dan koordinasi berkala dengan instansi teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Badan Perencana Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), terus mendorong optimalisasi tata ruang wilayah yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, (4/9/26).
Langkah strategis ini diwujudkan melalui keselarasan pemanfaatan ruang antara kawasan permukiman, area industri, perlindungan lingkungan, dan penyiapan kawasan sentra pangan. Dengan perencanaan tata ruang yang tertata rapi serta didukung infrastruktur jalan, drainase, dan jaringan irigasi yang andal, potensi ekonomi lokal di berbagai sektor—mulai dari pertanian, perdagangan, hingga jasa—dapat digerakkan secara maksimal.
Optimasi tata ruang tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya integrasi jaringan infrastruktur yang menghubungkan sentra-sentra produksi dengan pusat pemasaran. Oleh karena itu, keterpaduan antara rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan program prioritas pembangunan fisik menjadi kunci agar setiap investasi pembangunan infrastruktur tepat sasaran dan memberikan dampak multiplier bagi masyarakat.
Melalui koordinasi aktif dalam pengumpulan data dan survei kawasan strategis—seperti penyiapan Kawasan Sentra Pangan Jawa II—Pemkab Pemalang menunjukkan komitmennya dalam menyusun perencanaan berbasis kondisi faktual di lapangan.
Ketersediaan data tata ruang yang akurat memudahkan penataan kawasan secara komprehensif, meminimalkan potensi alih fungsi lahan produktif, serta memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi para pelaku usaha maupun investor.
Dampak positif dari penataan ruang dan pembenahan infrastruktur terpadu ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Aksesibilitas antarwilayah yang semakin cepat dan efisien akan memangkas biaya logistik, memperlancar distribusi hasil bumi, serta membuka peluang pembukaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat kecamatan hingga desa.
Dengan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, kementerian/lembaga pusat, dan seluruh jajaran pemangku kepentingan, Kabupaten Pemalang optimis mampu mewujudkan tata ruang yang serasi, infrastruktur yang tangguh, serta perekonomian daerah yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

















