banner
banner

Hanya 31 Detik! Atlet Cilik Zulfa Sabet Emas Taekwondo di Pekalongan

  • Bagikan

PEKALONGAN – Kejuaraan Taekwondo bertajuk UIN Gusdur Taekwondo Competition, Beladiri Championship III 2025 menjadi panggung bagi talenta muda yang luar biasa. Dari ratusan peserta yang berlaga, nama atlet cilik Mahira Azkiya Zulfa (9) mencuat setelah berhasil meraih medali emas dengan cara yang sangat dominan dan cepat.

Siswi SD Muhammadiyah 02 Noyontaan Pekalongan ini mengunci gelar juara di kategori Kyorugi (laga satu lawan satu) setelah memenangkan pertandingan finalnya hanya dalam total waktu 31 detik.

 

Example 300x600

Kemenangan “Kilat” di Dua Ronde

Zulfa, yang bernaung di bawah klub Taekwondo TKB Pexal Kota Pekalongan, berhadapan dengan Akifa Nayla Nirmala di babak final. Sejak awal ronde pertama, Zulfa langsung tampil agresif dan tak memberi ruang bagi lawannya untuk mengembangkan permainan.

Hanya dalam waktu 13 detik, Zulfa sudah berhasil mengumpulkan 13 poin tanpa balas. Wasit pun terpaksa menghentikan pertandingan ronde pertama karena aturan point gap yang menyatakan ronde selesai jika selisih skor mencapai 12-0. Skor berakhir 13-0.

Memasuki ronde kedua, dominasi Zulfa berlanjut. Ia kembali melancarkan serangan bertubi-tubi. Baru berjalan 18 detik, wasit kembali meniup peluit panjang. Skor akhir di ronde kedua adalah 13-1, sekaligus mengukuhkan kemenangan Zulfa sebagai juara pertama.

Total durasi efektif pertandingan yang dimenangkan Zulfa di final tersebut hanya mencapai 31 detik, sebuah catatan waktu yang fantastis untuk level kejuaraan.

“Alhamdulillah, meski baru pertama kali ikut, Zulfa berhasil meraih emas,” ujar Sartini, orang tua Zulfa, yang bangga dengan pencapaian putrinya.

 

Mengincar Panggung Nasional dan Internasional

Keberhasilan ini menjadi pembuktian bagi Zulfa yang telah mendalami taekwondo sejak usia 5,5 tahun. Saat ditanya mengenai motivasinya, Zulfa menyampaikan cita-citanya yang tinggi.

“Ingin bisa beladiri serta jadi atlet (taekwondo) tingkat nasional atau internasional,” ungkap Zulfa kepada wartawan.

Kecintaan Zulfa pada dunia beladiri tak terbatas pada Taekwondo. Ia juga aktif dalam ekstrakurikuler Pencak Silat Tapak Suci di sekolah, dan bahkan sudah pernah meraih medali emas dari cabang beladiri tradisional tersebut, menunjukkan bakat multitalenta yang dimilikinya.

 

Ajang Penjaringan Bibit Muda

Kejuaraan yang digelar di Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan pada Minggu, 9 November 2025, ini diikuti oleh 308 taekwondoin dari berbagai daerah di Pantura, mulai dari Tegal, Pemalang, Pekalongan, hingga Semarang.

Panitia bidang pertandingan, Hendrik Nur Khakim, menyampaikan bahwa kejuaraan ini memang menjadi ajang penting. “Kita mencari bibit-bibit kelas junior untuk persiapan di tingkat provinsi, seperti untuk Porprov dan lainnya. Jadi ini sekaligus ajang penjaringan,” jelas Hendrik.

Prestasi “kilat” Mahira Azkiya Zulfa ini jelas menandai dirinya sebagai salah satu bibit atlet muda yang paling potensial untuk masa depan olahraga beladiri di Jawa Tengah.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *