PEMALANG, Milikrakyat.com – Sebagai langkah nyata menanggulangi ancaman abrasi dan banjir rob yang kian parah di wilayah pesisir Jawa Tengah, PT Longwell Internasional menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Sabtu pagi (24/10/2026).
Kegiatan lingkungan ini menjadi wujud sinergi strategis dan kolaborasi nyata antara manajemen perusahaan, pengurus serikat pekerja, pemerintah desa, serta masyarakat lokal dalam memulihkan ekosistem pesisir sekaligus melindungi lahan produktif warga yang terancam hilang.
Penanaman mangrove dipusatkan langsung pada titik lokasi abrasi terparah. Aksi ini dihadiri oleh jajaran Manajemen PT Longwell Internasional, yakni Asep Nandang yang didampingi oleh Wiji Astuti, Shinta, dan Risa.
Turut hadir perwakilan Industrial Relations (IR) Tajul Arifin, Naufal, dan Tansyah, tim Health, Safety, and Environment (HSE) yang terdiri dari Azis, Sabita, dan Tedy, serta perwakilan Buyer New Balance, Ayi.
Sektor ketenagakerjaan juga menunjukkan komitmen penuh terhadap kelestarian lingkungan melalui keterlibatan lintas serikat pekerja, seperti Fiki Fathullah dan Faris (SPKM), Ikhsan (SPSI), serta Sofia (FSPMI).
Perwakilan Manajemen PT Longwell Internasional, Asep Nandang, menegaskan bahwa penanaman seribu batang bibit mangrove ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan prinsip corporate social prosperity serta memperkuat kepedulian lingkungan secara terencana.
“Kegiatan di Desa Mojo ini bukan aksi sosial pertama yang kami lakukan. PT Longwell Internasional telah berulang kali melaksanakan program CSR berskala besar di sekitar lingkungan operasional. Pemilihan mangrove dinilai sangat krusial karena memiliki fungsi ekologis ganda—selain penahan gelombang dan pencegah abrasi, mangrove juga menjadi filter alami, habitat biota laut, dan penyerap emisi karbon yang efektif,” ujar Asep.
Langkah mitigasi bencana ini disambut hangat oleh Pemerintah Desa Mojo. Sekretaris Desa Mojo, M. Khaer, mengapresiasi kepedulian PT Longwell Internasional seraya membeberkan kondisi memprihatinkan yang dialami warganya akibat hantaman banjir rob dan abrasi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Menurut Khaer, dampak abrasi di Desa Mojo tidak sekadar menimbulkan genangan air pasang, melainkan telah melumpuhkan dan menghilangkan mata pencaharian utama masyarakat pesisir.
“Sekitar 200 hektare area tambak dan lahan pertanian produktif milik warga dilaporkan hilang dan tak lagi dapat diselamatkan. Kami sangat mengapresiasi bantuan 1.000 mangrove ini sebagai benteng pertahanan pesisir kami,” ungkap M. Khaer.
Sementara itu, perwakilan Serikat Pekerja Karyawan Mandiri (SPKM), Fiki Fathullah, menyampaikan bahwa keterlibatan serikat pekerja dalam kegiatan CSR ini mempertegas peran pekerja yang tidak terbatas pada hubungan industrial di dalam pabrik saja, melainkan juga tanggap terhadap isu sosial dan lingkungan.
“Kami dari SPKM bersama manajemen Departemen NB (New Balance) hari ini melakukan kegiatan CSR penanaman 1.000 pohon mangrove di Desa Mojo. Semoga apa yang kita tanam hari ini bisa tumbuh subur dan membawa manfaat besar untuk anak cucu kita kelak,” tutur Fiki Fathullah di lokasi penanaman.
Pemerintah Desa Mojo berharap aksi kolaboratif yang diinisiasi oleh PT Longwell Internasional ini dapat menginspirasi perusahaan-perusahaan lain di kawasan industri Pemalang untuk ikut mengambil bagian dalam rehabilitasi pesisir. Sinergi berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci utama untuk menyelamatkan Desa Mojo dari risiko tenggelam di masa depan.

















