banner
banner

Rizal Bawazier Desak PT Taspen Transparan Soal Rencana Investasi Triliunan Rupiah

  • Bagikan
Rizal Bawazier Desak PT Taspen Transparan Soal Rencana Investasi Triliunan Rupiah
(foto : Istimewa)

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, mendesak manajemen PT Taspen (Persero) untuk membuka secara transparan rencana investasi obligasi senilai Rp1,8 triliun di pasar keuangan. Keterbukaan informasi ini dinilai krusial mengingat dana yang dikelola merupakan uang amanah milik jutaan aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan.

Kritik tajam tersebut dilayangkan legislator dari Fraksi PKS ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran Direktur Utama PT Taspen dan PT ASABRI di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI, Senayan, Rabu (8/7/2026). Rizal mengingatkan bahwa tanpa akuntabilitas yang jelas, investasi bernilai jumbo tersebut rawan tersangkut persoalan hukum.

“Harus hati-hati karena investasinya cukup besar, dikhawatirkan akan menjadi masalah hukum di masa depan. Sebagai contoh tahun 2025 saja PT Taspen sudah mengalami kerugian akibat investasi yang tidak jelas,” ujar Rizal menegaskan.

Example 300x600

Menurut Rizal, transparansi bukan sekadar masalah administrasi, melainkan instrumen penting untuk mengukur mitigasi risiko keuangan perusahaan yang sempat goyang dalam beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan, keputusan strategis ini tidak boleh diputuskan sepihak oleh direksi Taspen, melainkan harus melibatkan masukan dari otoritas keuangan negara.

Rizal mempertanyakan sejauh mana koordinasi Taspen dengan pihak regulator dalam merumuskan langkah penempatan dana triliunan rupiah tersebut.

“Apakah Menteri Keuangan atau Bank Indonesia yang sudah lebih dulu memberikan masukan terkait investasi ini? Namun jika tujuannya untuk menyehatkan keuangan perusahaan memang harus didukung, dengan catatan harus melalui persetujuan dan tidak diambil secara sepihak,” katanya.

Ia menambahkan, keterbukaan sejak awal akan memastikan bahwa produk obligasi yang dibeli benar-benar aman, memiliki rating yang jelas, dan bebas dari konflik kepentingan atau praktik suap di internal BUMN tersebut.

Ketegasan Rizal didasari oleh tanggung jawab besar yang dipikul Taspen dalam mengelola hajat hidup para abdi negara. Berdasarkan data terbaru, jumlah peserta Taspen kini telah menembus angka 6,7 juta orang, yang terbagi atas 3,5 juta peserta aktif (ASN) dan 3,2 juta peserta pensiunan.

Ia menekankan, orientasi bisnis Taspen harus berjalan selaras dengan peningkatan layanan di lapangan, termasuk melakukan revolusi kemudahan birokrasi, penyederhanaan klaim, hingga penambahan jaringan mitra bayar pensiun.

“Kita tidak ingin nasabah merasa dirugikan karena uang yang selama ini dikumpulkan malah dibuat untuk investasi,” pungkas Rizal Bawazier.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *